Minggu, 31 Oktober 2010

Gunung Krakatau

Krakatau

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel ini mengenai pulau dan gunung Krakatau. Untuk penggunaan lain, lihat Krakatau (disambiguasi).
Krakatau
Krakatoa (bahasa Inggris)

Gunung Krakatau pada lukisan abad ke-19.
Ketinggian 813 m (2,667 kaki)
Lokasi
Lokasi Selat Sunda, Indonesia Flag of Indonesia.svg
Koordinat 6°6′27″LS,105°25′3″BT
Geologi
Jenis Kaldera vulkanik
Letusan terakhir 2009
Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.
Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.
Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.

Perkembangan Gunung Krakatau

Gunung Krakatau Purba

Melihat kawasan Gunung Krakatau di Selat Sunda, para ahli memperkirakan bahwa pada masa purba terdapat gunung yang sangat besar di Selat Sunda yang akhirnya meletus dahsyat yang menyisakan sebuah kaldera (kawah besar) yang disebut Gunung Krakatau Purba, yang merupakan induk dari Gunung Krakatau yang meletus pada 1883. Gunung ini disusun dari bebatuan andesitik.
Catatan mengenai letusan Krakatau Purba yang diambil dari sebuah teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa yang diperkirakan berasal dari tahun 416 Masehi. Isinya antara lain menyatakan:
Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula.... Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatera
Pakar geologi Berend George Escher dan beberapa ahli lainnya berpendapat bahwa kejadian alam yang diceritakan berasal dari Gunung Krakatau Purba, yang dalam teks tersebut disebut Gunung Batuwara. Menurut buku Pustaka Raja Parwa tersebut, tinggi Krakatau Purba ini mencapai 2.000 meter di atas permukaan laut, dan lingkaran pantainya mencapai 11 kilometer.
Akibat ledakan yang hebat itu, tiga perempat tubuh Krakatau Purba hancur menyisakan kaldera (kawah besar) di Selat Sunda. Sisi-sisi atau tepi kawahnya dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung, dalam catatan lain disebut sebagai Pulau Rakata, Pulau Rakata Kecil dan Pulau Sertung. Letusan gunung ini disinyalir bertanggung- jawab atas terjadinya abad kegelapan di muka bumi. Penyakit sampar bubonic terjadi karena temperatur mendingin. Sampar ini secara signifikan mengurangi jumlah penduduk di muka bumi.
Letusan ini juga dianggap turut andil atas berakhirnya masa kejayaan Persia purba, transmutasi Kerajaan Romawi ke Kerajaan Byzantium, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar Maya, Tikal dan jatuhnya peradaban Nazca di Amerika Selatan yang penuh teka-teki. Ledakan Krakatau Purba diperkirakan berlangsung selama 10 hari dengan perkiraan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per detik. Ledakan tersebut telah membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter, menurunkan temperatur sebesar 5-10 derajat selama 10-20 tahun.

[sunting] Munculnya Gunung Krakatau

Perkembangan Gunung Krakatau
Pulau Rakata, yang merupakan satu dari tiga pulau sisa Gunung Krakatau Purba kemudian tumbuh sesuai dengan dorongan vulkanik dari dalam perut bumi yang dikenal sebagai Gunung Krakatau (atau Gunung Rakata) yang terbuat dari batuan basaltik. Kemudian, dua gunung api muncul dari tengah kawah, bernama Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan yang kemudian menyatu dengan Gunung Rakata yang muncul terlebih dahulu. Persatuan ketiga gunung api inilah yang disebut Gunung Krakatau.
Gunung Krakatau pernah meletus pada tahun 1680 menghasilkan lava andesitik asam. Lalu pada tahun 1880, Gunung Perbuwatan aktif mengeluarkan lava meskipun tidak meletus. Setelah masa itu, tidak ada lagi aktivitas vulkanis di Krakatau hingga 20 Mei 1883. Pada hari itu, setelah 200 tahun tertidur, terjadi ledakan kecil pada Gunung Krakatau. Itulah tanda-tanda awal bakal terjadinya letusan dahsyat di Selat Sunda. Ledakan kecil ini kemudian disusul dengan letusan-letusan kecil yang puncaknya terjadi pada 26-27 Agustus 1883.

[sunting] Erupsi 1883

Sebuah litografi yang dibuat pada tahun 1888 yang menggambarkan Gunung Krakatau pada kejadian Erupsi 1883.
Pada hari Senin, 27 Agustus 1883, tepat jam 10.20, meledaklah gunung itu. Menurut Simon Winchester, ahli geologi lulusan Universitas Oxford Inggris yang juga penulis National Geographic mengatakan bahwa ledakan itu adalah yang paling besar, suara paling keras dan peristiwa vulkanik yang paling meluluhlantakkan dalam sejarah manusia modern. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan dan bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.
Menurut para peneliti di University of North Dakota, ledakan Krakatau bersama ledakan Tambora (1815) mencatatkan nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern. The Guiness Book of Records mencatat ledakan Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam dalam sejarah.
Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencavai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru.
Letusan itu menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan serta sebagian Gunung Rakata dimana setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter. Gelombang laut naik setinggi 40 meter menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai. Tsunami ini timbul bukan hanya karena letusan tetapi juga longsoran bawah laut.
Tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 orang berasal dari 295 kampung kawasan pantai mulai dari Merak (Serang) hingga Cilamaya di Karawang, pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan (Ujung Kulon serta Sumatera Bagian selatan. Di Ujungkulon, air bah masuk sampai 15 km ke arah barat. Keesokan harinya sampai beberapa hari kemudian, penduduk Jakarta dan Lampung pedalaman tidak lagi melihat matahari. Gelombang Tsunami yang ditimbulkan bahkan merambat hingga ke pantai Hawaii, pantai barat Amerika Tengah dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7 ribu kilometer.

[sunting] Anak Krakatau

Anak Krakatau, dua tahun sejak awal terbentuknya. Foto diambil 12 atau 13 Mei 1929, koleksi Tropenmuseum.
Mulai pada tahun 1927 atau kurang lebih 40 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau, muncul gunung api yang dikenal sebagai Anak Krakatau dari kawasan kaldera purba tersebut yang masih aktif dan tetap bertambah tingginya. Kecepatan pertumbuhan tingginya sekitar 20 inci per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki dan lebih lebar 40 kaki. Catatan lain menyebutkan penambahan tinggi sekitar 4 cm per tahun dan jika dihitung, maka dalam waktu 25 tahun penambahan tinggi anak Rakata mencapai 7.500 inci atau 500 kaki lebih tinggi dari 25 tahun sebelumnya. Penyebab tingginya gunung itu disebabkan oleh material yang keluar dari perut gunung baru itu. Saat ini ketinggian Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut, sementara Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 meter dari permukaan laut.
Menurut Simon Winchester, sekalipun apa yang terjadi dalam kehidupan Krakatau yang dulu sangat menakutkan, realita-realita geologi, seismik serta tektonik di Jawa dan Sumatera yang aneh akan memastikan bahwa apa yang dulu terjadi pada suatu ketika akan terjadi kembali. Tak ada yang tahu pasti kapan Anak Krakatau akan meletus. Beberapa ahli geologi memprediksi letusan in bakal terjadi antara 2015-2083. Namun pengaruh dari gempa di dasar Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 juga tidak bisa diabaikan.
Anak Krakatau, Februari 2008
Menurut Profesor Ueda Nakayama salah seorang ahli gunung api berkebangsaan Jepang, Anak Krakatau masih relatif aman meski aktif dan sering ada letusan kecil, hanya ada saat-saat tertentu para turis dilarang mendekati kawasan ini karena bahaya lava pijar yang dimuntahkan gunung api ini. Para pakar lain menyatakan tidak ada teori yang masuk akal tentang Anak Krakatau yang akan kembali meletus. Kalaupun ada minimal 3 abad lagi atau sesudah 2325 M. Namun yang jelas, angka korban yang ditimbulkan lebih dahsyat dari letusan sebelumnya.

Gunung Papandayan

Gunung Papandayan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gunung Papandayan adalah gunung yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Cisurupan. Gunung dengan ketinggian 2622 meter di atas permukaan laut itu sangat terkenal di kalangan para pendaki, khususnya pendaki pemula. Selain terkenal dengan keindahan struktur alamnya, gunung ini juga memiliki kawah belerang yang masih aktif dan masih rimbunnya padang Eidelweis yang luasnya mencapai puluhan are serta banyak pula pohon Mutiara Putih. Gunung Papandayan merupakan cagar alam yang didalamnya banyak terdapat keanekaragaman hayati dan obyek-obyek wisata alam yang indah.
Gunung Papandayan mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

[sunting] gambar

10 TIPS MEMILIH IKAN DISCUS

10 TIPS MEMILIH IKAN DISCUS

2

Share |

Posted by admin | Posted in UNCATEGORIZED | Posted on 26-03-2009 | 2,010 views

Tags: ,

ikan-discusDiscus sebagai rajanya ikan air tawar menarik banyak akuaris maupun orang awam untuk memeliharanya. Selain bentuk, warna, dan coraknya yang menarik, harganya yang mahalpun menjadi salah satu daya tarik untuk memeliharanya. Namun memelihara terutama untuk memilih calon bibit yang baik tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Untuk mendapatkan discus yang baik tentulah harus mendapatkan bibit yang baik. Oleh karena itu seorang hobies terutama pemula harus jeli dalam memilih ikan. Kesulitan terbesar yang dihadapi oleh pemula adalah kurangnya pengetahuan mengenai kualitas discus yang baik. Banyaknya jenis discus, terutama nama-nama yang berlainan untuk satu jenis discus ikut membuat pemula ini semakin bingung.
Berikut tips untuk memilih discus yang baik, diantaranya;
1. Warna kulit yang cerah, tidak berselaput ataupun mengeluarkan lendir yang berlebihan. Warna kulit yang mengkilap/hitam menandakan kondisi discus yang tidak sehat. Garis hitam vertical/stress bar yang sangat menyolok/tegas menandakan discus dalam kondisi stress yang berat. Jumlah garis ini berbeda-beda menurut varian ikan. Biasanya berjumlah antara 7-18 bar. Stress bar ini tidak menentukan sakit tidaknya seekor discus, tetapi sebagai parameter kondisi discus akibat kaget, atau kondisi lingkungan yang tidak cocok bagi discus. Banyak jenis discus yang menunjukkan stress-bar nya dengan jelas.
2. Sisik pada ikan yang bersih dan tidak terkelupas, tidak berbintik putih dan berlendir terlalu banyak. Sirip ikan haruslah terlihat bersih dan lengkap. Sirip yang sobek, rusak, berjamur menandakan ikan tidak sehat. Biasanya pada sirip ikan sering terserang fin rot. Sirip yang tidak cacat dan seimbang akan membuat bentuk discus bulat dan indah dipandang.
3. Warna mata yang bening, tidak berselaput ataupun berbintik putih. Bola mata yang tidak terlalu mencolok keluar seperti ban radial. Mata demikian disebut pop eye yang disebabkan kondisi air yang jelek, dan ikan terjangkit intestinal bakteri. Ukuran mata yang terlalu besar pada ikan yang berukuran kecil menandakan ikan tersebut terhambat pertumbuhannya atau biasa disebut bantet/ kontet. Selain itu mata yang hitam dapat diakibatkan oleh penyakit internal dan terlalu lama terkena kontaminasi obat-obatan dalam jangka lama
4. Bentuk tubuh ikan discus yang ideal, tidak kurus yang nampak dari ketebalan dahi/ jidat discus. Discus yang tidak cacat fisik, biasanya terlihat dari depan/ muka dimana sisi kiri dan kanan terlihat sama. Mulut ataupun bagian tubuh lainnya tidak ada yang lebih ke kiri/ ke kanan.
5. Cara bernafas yang berirama teratur, dimana kedua insang membuka dan menutup bersamaan, tanpa ada yang lebih besar membukaya ataupun bernafas hanya dengan satu insang. Biasanya ikan yang bernafas dengan satu insang terjangkit Gill Fluke Dactylogyrus atau kutu insang. Tutup insang rata menutupi insang, tidak pendek dan tidak menganga terbuka. Juga harus diperhatikan nafas yang snagat cepat, yang dapat disebabkan oleh kekurangan oksigen naum dalam jangka panjang akan merusak fungsi insang
6. Discus yang sehat umumnya tidak takut terhadap manusia yang melihatnya. Discus yang baik dan sehat biasanya akan segera mendekat dengan cepat, mengira akan diberi makan. Selain itu discus yang sehat umumnya tidak menyendiri, tertapi berbaur dengan teman-temannya.
7. Umumnya discus yang sehat, gaya berenangnya tenang, tidak tersendat-sendat. Discus yang suka menggesekkan bagian tubuhnya ke alat-alat atau benda sekitarnya, umumnya terserang parasit. Hal ini mungkin karena rasa gatal yang ditimbulkan akibat gigitan kutu ataupun jamur/ bakteri pada kulit maupun insang. Discus yang sehat umumnya berenang dengan tenang, dasi/pectoral fin – sirip depan bawah perut diturunkan sehingga terlihat gagah pada saat berenang.
8. Jangan mudah tertipu dengan warna. Warna merah membara pada mata dan warna yang menyolok, terutama pada discus kecil & remaja (antara 2-3 inci), bukan jaminan untuk mendapatkan discus yang baik. Pada saat ini ada sebagian kalangan yang menggunakan hormon untuk memaksakan keluarnya warna ikan, yang bertujuan untuk memudahkan penjualan dan meningkatkan daya tarik ikan. Warna ini tidak akan bertahan lama (kurang lebih 2 minggu – 1 bulan). Pemakaian hormon dapat mengakibatkan gagalnya pemijahan atau anakan yang dihasilkan sedikit dan biasanya tidak sehat.
9. Batik atau pattern ikan biasanya akan timbul mulai 2 inci ke atas dan bertahap. Berhati-hatilah jika membeli discus yang sudah keluar batik sejak ukuran kecil, karena kemungkinan adanya pemberian hormon untuk mengeluarkan batik ini agar terlihat indah. Adalah wajar batik yang keluar hanya setengah atau kurang pada ukuran 2 inci, namun terkadang kualitas discus yang rendah mengakibatkan batiknya tidak keluar secara sempurna hingga full satu badan.
10. Usahakan membeli ikan paling tidak ukuran 2 inci, karena pada ukuran inilah ciri-ciri ikan sehat dan baik dapat dilihat dibandingkan ukuran yang lebih kecil. Hindari untuk membeli burayak walaupun harganya murah, terutama jika anda seorang pemula. Jangan tergiur dengan keuntungan karena memelihara burayak tidak mudah.
Selain tips di atas, yang harus diterima oleh pemula adalah cacat fisik seperti mata besar sebelah, pertumbuhan fin tidak sempurna, dahi menonjol, bagian kepala meruncing dll. Kemudian yang terpenting adalah lakukan adaptasi secara perlahan sesudah tiba dirumah dan lakukan karantina pada setiap ikan yang dibeli.
Sumber : Joanes Tirtadinata – Bintaro Discus Jakarta

Gunung Api di Indonesia, 18 Status Waspada, 2 Siaga, 1 Awas




Berdasarkan pantauan Pusat Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terdapat 21 gunung api dalam kondisi aktif yang status keamanannya tidak normal, 18 gunung berstatus waspada, 2 gunung berstatus siaga, dan satu gunung berstatus awas.
Andry Prasetyo / Reuters
Gunung Merapi keluarkan asap di desa Sidorejo, Klaten, Jawa Tengah, 29 Oktober 2010.
Menurut kutipan dari detikcom, Kepala Sub Bidang Pengamatan Gunung Berapi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agus Budianto, Jumat (29/10), menyebutkan nama-nama Gunung yang berstatus waspada, antara lain, Gunung Kerinci di Jambi, Gunung Talang di Sumatera Barat, Gunung Anak Krakatau di Lampung, Gunung Papandayan di Jawa Barat, Gunung Dieng di Jawa Tengah, Gunung Slamet di Jawa Tengah, Gunung Rinjani di Flores, Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Rokatenda di Flores, Gunung Soputan di Minahasa, Gunung Dukuno di Halmahera, dan Gunung Gamalama di Ternate.
Sedangkan gunung yang berstatus siaga yaitu Gunung Karangetang di Sulawesi Utara dan Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara. Satu gunung berstatus awas tetap dipegang oleh Gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta.

Keselamatan Nuklir Indonesia Dinilai Baik

Keselamatan Nuklir Indonesia Dinilai Baik

Jakarta (ANTARA News) - Keselamatan nuklir Indonesia, baik dari faktor manajemen keselamatan maupun budaya keselamatan di ketiga reaktor nuklirnya, dinilai oleh negara-negara di Asia dan Australia sangat baik.

"Indonesia sangat baik dalam keselamatan nuklir. Tidak pernah terjadi kecelakaan serius di sini," kata Penasihat Senior bidang Keselamatan Organisasi Teknologi dan Sains Australi (ANSTO) Basil Ellis disela workshop Forum untuk Kerja sama Nukilir Asia di Serpong, Banten, Senin.

Ellis, yang saat itu menjadi pembicara dalam workshop juga mengatakan, Australia juga mendukung rencana Indonesia membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

"Kami sangat peduli pada bagaimana mempertahankan ketersediaan energi di masa depan," katanya sambil menambahkan bahwa pihaknya juga bekerja sama dengan Indonesia soal pengembangan nuklir secara umum dan telah siap menjadi pemasok uranium untuk PLTN Indonesia.

Saat ini Australia memang belum memiliki PLTN, kata dia, namun telah memiliki dua reaktor nuklir untuk kepentingan riset dan produksi radio isotop dengan kapasitas 10 MW dan 20 MW, seperti halnya Indonesia yang juga memiliki tiga reaktor riset di Yogyakarta (250 kW), Bandung (1 MW) dan Serpong (30 MW).

Sementara itu, Deputi Pendayagunaan Hasil Litbang dan Pemasyarakatan Iptek Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Dr Taswanda Taryo mengatakan, Indonesia sejak 2005 memang termasuk lima besar di dunia untuk kategori administrasi bahan nuklir reaktor riset.

"Tidak ada yang mencurigai Indonesia mengembangkan nuklir ke arah nondamai. Jadi apa pun yang kita pakai untuk rencana PLTN, tak ada yang keberatan," katanya sambil menambahkan bahwa IAEA secara rutin tetap memantau seluruh negara yang mengembangkan nuklir.

Ia mengatakan, keselamatan nuklir Indonesia pada 2008 memang masih dinilai baru terpenuhi 85 persen, tapi pada 2010 sudah 100 persen.

"Sisa yang 15 persen sebenarnya hanya faktor yang kecil-kecil, tapi tetap diperhatikan, seperti ada lampu yang tak menyala, soal daya listrik yang perlu ditambah, atau lantai yang licin yang bisa menyebabkan orang terpeleset," katanya.

Workshop dilaksanakan atas kerja sama Batan dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang dihadiri 25 peserta dari beberapa negara, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, China, Bangladesh, dan Australia.

Pada Rabu, para peserta yang terdiri atas para staf badan energi nuklir bidang keselamatan nuklir di negaranya itu akan meninjau Reaktor Riset GA Siwabessy di Puspiptek Serpong.

Sepeda yang unik

Sepeda unik dengan ban Mobil ini di rancang oleh seseorang yang bernama Gregorius deGouveia. Sepeda dengan nama “The Kitten” adalah sebuah sepeda yang menggelinding dengan menggunakan dua buah roda mobil.

Pembuatan sepeda unik ini [ The Kitten ] melalui dua tahap, yang pertama untuk pembuatan frame dan roda sekitar seminggu, sedangkan untuk Sorot lampu dan rem membutuhkan waktu sekitar satu minggu lagi. Jadi waktu pembuatan sepeda unik dengan roda mobil ini sekitar dua minggu.

Berburu Gurita di SUMSEL

berburu gurita

kadang manusia itu seperti bebek. berwatak pengikut. sangat mudah digiring. jika ada satu bebek berjalan ke utara, semua ikut ke utara. jika bebek itu dibelokkan ke tenggara, semua ikut berbelok ke tenggara. bayangkan jika ada bebek yang berjalan sendirian. tidak ikut rombongan bebek. bisa dipastikan bebek itu akan dianggap tersesat. mungkin, sakit.
biasanya, aku menjadi orang yang sok berkarakter, entah apa maksudnya itu. aku akan bersantai-santai atau diam saja, meski semua orang lain sedang sibuk mengikuti ke arah mana rombongan menuju. aku menolak terlibat. aku sengaja menghindari jalur itu. terlalu ramai dan sesak. aku terlalu tidak peduli pada pandangan bebek-bebek. aku keras kepala seperti batu karang, teguh, cuek, bergeming. tetap bertahan pada tempatku dan membiarkan dunia berputar sebagaimana mestinya.
hal yang berbeda terjadi ketika si batu karang ini jatuh cinta.
tanpa ragu, si batu karang ini akan meloncat masuk, belingsatan ikut berdesakan di dalam rombongan bebek. dengan kata lain, secara naluriah berusaha melakukan apa saja untuk mencapai tujuan. lagi-lagi, tak peduli dengan hal-hal lain.
semua ini terbukti dengan kasus gurita cikeas yang sempat menggoyangkan fitrah si batu karang. si batu karang melonjak, ingin ikut memburu gurita. beginilah ceritanya:
membongkar gurita cikeas adalah buku teranyar george junus aditjondro, seorang dosen gerakan bla bla bla paska-kolonial di universitas sanata dharma, yogyakarta. aku merasa terlibat secara pribadi dan rahasia, hanya karena beberapa hari sebelum buku tersebut heboh, aku sempat dua kali bertemu dan ngobrol dengan penulisnya. maklum, kami sama-sama ada di yogyakarta, sebuah kota yang sebenarnya sangat sempit. kami bertemu di gramedia sudirman. dia brewokan dan berkumis tebal, dan selalu memakai kain tradisional yang disampirkan di bahunya. kadang ulos, songket, ataupun kain dari sulawesi selatan.
saat melihatnya, aku menyapanya. aku mengingatkannya pada masa kami mengikuti konferensi anti-otoritarianisme yang diselenggarakan oleh pusdep sanata dharma. dia orang yang baik, dan sangat berkesan bagiku. karena, pada waktu konferensi itu, aku seperti anak hilang. mahasiswa yang salah acara. semua peserta lain sudah lebih senior dan punya nama. sementara aku bukan siapa-siapa.
aku mengikuti semua acara sendirian. termasuk mengantri makan sendiri, duduk sendiri dan makan sendiri. sudah kuterima nasibku saat itu.
sampai, tiba-tiba, pak george junus duduk di sebelahku, dan mengajak mengobrol. ini terlalu indah untuk menjadi kenyataan! aku seorang mahasiswa sosiologi, dan dia adalah satu pengajar serta pembelajar sosiologi yang cukup eksis dan dikenal. terutama, karena karya-karyanya yang berkenaan dengan harta kekayaan dinasti soeharto. dan, waktu itu aku bukan siapa-siapa, terkucil, eh … diajak ngobrol oleh orang yang cukup dielu-elukan di dunia para aktivis dan intelektual. mendengar nama beliau saja, aku sudah keder, lah ini beliau menanyakan namaku!
sejak saat itu aku selalu mengenangnya, sebagai orang yang rendah hati dan tidak sombong. baik dan baik, dan ramah. dan baik. baik sekali.
saat bertemu di gramedia baru-baru ini tersebut, aku mengingatkannya pada peristiwa itu. tentu saja, ingatannya tidak se-mendalam punyaku. tapi, paling tidak dia ingat semua itu. dia ingat bahwa kejadian itu adalah 4 tahun yang lalu, tahun 2005. kami berbincang lagi. aku tentang cita-citaku. dia bicara sekilas tentang matakuliahnya, dan bahwadia sedang mencari buku tentang sby. gurita cikeas belum heboh, bahkan aku belum tahu bahwa dia bikin buku baru. dia memberi nomer teleponnya dan jadwal ketemu jika aku ingin berdiskusi. aku memperkukuh kesan yang sudah terpatri di benakku: dia orang baik. keesokan harinya kami bertemu lagi di gramedia, tidak sengaja. rambutnya awut-awutan. kuharap dia baik-baik saja.
kira-kira tiga hari kemudian, pak george muncul di tv, mengantarkan berita yang menggemparkan. dia menerbitkan buku yang membuat gerah sby. buku berjudul membongkar gurita cikeas tersebut mengundang kontroversi. komentar keluar dari berbagai mulut, terpancing tanpa dipancing. sepertinya banyak yang merasa gerah dan bereaksi macam-macam. meski, pada dasarnya buku yang dimaksud belum resmi diluncurkan.
entah angin mana yang berhembus, beredar rumor buku tersebut dilarang. tidak boleh terbit. toko-toko buku besar ditelpon secara langsung oleh pihak penguasa untuk tidak mengedarkan buku tersebut. jadilah buku tersebut berubah status, dari buku siluman menjadi buku langka dan most-wanted.
pada momen tersebut aku baru sadar. seperti de javu. seperti semua ini pernah terlintas, terjadi. entah nyata atau tidak, aku tiba-tiba merasa seperti pernah melihat sampul buku tersebut di gramedia tadi. baru aku sadar, kenapa naluri pemburuku tidak jalan sama sekali? kenapa sama sekali tidak bisa melihat bahwa itu buku penting dan berharga. “weruh sakdurunge winarah” bahwa buku itu akan dicari-cari serta menimbulkan kontroversi. pada saat itu aku hanya melihat sampulnya tanpa minat sama sekali. sepertinya. seingatku, aku berkomentar dalam hati, “wah pak george, kerjanya begini melulu. dulu cendana sekarang cikeas, dulu soeharto sekarang sby.” kupikir-pikir, aku sudah lama tak membaca buku selain buku cerita. apalagi buku tersebut tipis. urunglah aku membelinya.
eh, cerita berbelok saat kekasihku balik ke jogja dalam rangka liburan natal dan tahun baru. rupanya ia berminat dengan buku tersebut. buku yang tadinya sama sekali tidak menarik di mataku itu, berubah menjadi harta karun yang akan kucari sampai ke ujung dunia.
kami bersama-sama menuju ke toko buku hendak mencari buku tersebut.
saking putus asanya aku sampai mengirim sms ke pak george, mendukung sekaligus hendak membeli bukunya. sms yang bodoh dan mungkin menyinggungnya. seharusnya dia ku-sms berkenaan dengan research proposal yang hendak dia lihat. tapi itulah, ada kekuatan yang menggerakkan jariku secara otomatis, sms tidak bermutu. dia tidak membalas dan aku sedikit bete.
karena tidak ada di toko buku manapun, kalau benar-benar ingin mencari buku tersebut, lebih baik ke penerbitnya. penerbit tersebut punya percetakan sendiri. letaknya pun di satu lokasi. aku tahu tempatnya karena dulu pernah melamar ke sana dan diwawancara, berkenalan dengan pak julius felicianus, semacam dirut-nya yang juga baik hati.
sesampai kami di sana, buku tersebut tidak ada. kami harus inden dan mendaftar bersama dengan seribuan orang lain untuk mendapatkan buku tersebut. penerbit menunggu retur dari jakarta, sehingga kami tidak dapat kepastian kapan akan mendapat buku itu. kami memilih tidak mendaftar.
selesai dari penerbit, kami lari ke gramedia amplas. tidak ada juga. pada kesempatan lain kami berjalan kaki sambil bergandeng tangan, menyingkir dari cinema xxi yang ramai ke gedung wanitatama. ada pameran buku. di pameran ini ada stan penerbit tersebut, dengan gambar gurita besar, tapi bukunya sudah habis.
keesokan harinya, dia menolak ajakanku untuk pergi ke pameran itu lagi. sebenarnya aku pun sudah tidak memikirkan si gurita dalam kepalaku. aku hanya ingin melihat buku-buku berbahasa inggris bekas. aku berangkat sendiri, mengubek-ubek stan buku bekas. setelah itu, kaki ini masih saja menyeretku secara iseng-iseng ke arah stan penerbit buku gurita cikeas itu. stok masih kosong. paling tidak, cerita mencari buku ini saja sudah cukup menjadi kenangan yang menghibur ….
tak taunya, saat aku berjalan muter-muter tak karuan, mataku melihat buku gurita itu di stan penjualan sepatu dan gantungan kunci. hanya ada tiga eksemplar. mungkin juga yang lain disembunyikan. tanpa berpikir, aku langsung membeli dua eksemplar buku tersebut. soalnya, ayahku juga berminat. begitulah, di saat aku berhenti mencari, justru buku itu kutemukan. keberuntungan memang menyertaiku.
aku langsung pulang, menyerahkan masing-masing satu buku pada dua orang yang menginginkannya. aku sangat puas dan kuharap buku tersebut bermanfaat buat mereka. aku sampai wanti-wanti supaya buku itu disimpan dengan baik. kalian tidak akan bisa merasakan betapa puas dan senangnya aku.
dengan cepat mereka berdua telah menamatkan buku itu. sementara, aku tetap tidak tau apa-apa. aku hanya orang yang kebetulan beruntung …
… sampai kemudian keesokan harinya ayahku bilang bahwa buku gurita cikeas itu dijual di pinggir-pinggir jalan, di trotoar, di dekat lampu merah, oleh bapak-bapak tua yang biasa berjualan atlas atau mainan anak-anak. hilanglah kelangkaannya. konyollah keberuntunganku dan semua tanda-tanda alam itu. puff, dalam sekejap, sekali tiup, aku berubah dari kaum “segelintir-orang-istimewa-yang-beruntung-dan-diberkati”, menjadi orang biasa-biasa saja. tak ubahnya bebek-bebek yang tertipu. mungkin ketika sesuatu sudah dimiliki, sesuatu itu jadi tidak berharga lagi. ketahuan-lah watak asliku, aku hanya orang yang besar kepala dan gampang Ge-eR :P

Manfaat Alpukat



Manfaat Alpukat Untuk Kecantikan


Alpukat atau avokad berasal dari bahasa Aztek yaitu ahuacatl. Buah ini memang berasal dari daerah tempat suku Aztek berasal yaitu di daerah Amerika Tengah dan Meksiko. Awalnya buah ini mulai diperkenalkan oleh Martín Fernández de Enciso, salah seorang pemimpin pasukan Spanyol, pada tahun 1519 kepada orang-orang Eropa. Pada saat yang sama juga, para pasukan Spanyol yang menjajah Amerika Tengah juga memperkenalkan coklat, jagung dan kentang kepada masyarakat Eropa. Sejak itulah buah alpukat atau avokad mulai disebar dan dikenal oleh banyak penduduk dunia.


Tips Cara Memilih Buah Alpukat:

Sewaktu Anda pergi ke pasar untuk membeli alpukat, jangan pernah menilai matangnya sebuah alpukat dari warna kulitnya. Jika buah alpukat yang Anda temui berwarna lebih tua atau kecoklatan, belum tentu buah alpukat tersebut telah matang. Cobalah sedikit menekan buah alpukat tersebut. Jika terasa lebih lunak berarti buah itu sudah matang.


Manfaat Alpukat:

Hampir setiap bagian dari pohon alpukat memiliki manfaat. Kayu pohon alpukat bermanfaat sebagai bahan bakar. Biji dan daunnya dapat digunakan dalam industri pakaian. Kulit pohonnya dapat digunakan untuk pewarna coklat pada produk yang terbuat dari kulit.

Dalam bidang kecantikan, buah alpukat juga sering digunakan sebagai masker wajah. Buah ini dianggap mampu membuat kulit lebih kencang. Buah alpukat juga bermanfaat untuk perawatan rambut misalnya sewaktu melakukan creambath.

Kamis, 28 Oktober 2010

Lawang Sewu

Lawang Sewu

Lawang Sewu
Gedung Lawang Sewu di tahun 1920–an
Lawang Sewu merupakan sebuah gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelmina Plein.
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu). Ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang banyak sekali (dalam kenyataannya pintu yang ada tidak sampai seribu, mungkin juga karena jendela bangunan ini tinggi dan lebar, masyarakat juga menganggapnya sebagai pintu).
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945) di gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan SK Wali Kota 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Saat ini bangunan yang berusia 181 tahun tersebut kosong dan bereputasi buruk sebagai bangunan angker dan seram. Sesekali digunakan sebagai tempat pameran, di antaranya Semarang Expo dan Tourism Expo.Pernah ada juga wacana yang ingin mengubahnya menjadi hotel. Pada tahun 2007, bangunan ini juga dipakai untuk film dengan judul yang sama dengan bangunannya.

8 Sepatu teraneh di dunia

8 Sepatu Teraneh Di Dunia








Candi di bawah Laut

04

Candi di Bawah Laut

Foto Candi bawah laut - Candi di bawah laut benarkah? telah beredar foto candi di bawah laut hasil upload dari seorang pengguna twitter. Sungguh mengesankan melihat foto candi bawah laut tersebut. Saat ini pemberitaan candi di bawah laut marak dibicarakan oleh warga twitter. Mereka mempertanyakan keaslian foto tersebut. Menurut kabar foto candi di dasar laut itu berada di daerah laut Jawa dan Bali.



Ada 2 foto yang berhasil saya dapatkan, foto pertama terlihat tumpukan batu yang sudah berlumut dan tampak sangat mirip dengan candi pada umumnya. Fotonya cukup visibility. Foto candi bawah laut yang kedua, ini lebih keren lagi. Karena terlihat ada gapura yang menjulang dan mengingatkan kita akan gapura-gapura yang ada di Bali.

Sampai saat ini berita foto candi di bawah laut ini sudah diterima oleh pihak Kementerian Budaya dan Pariwisata (Kemenbudpar). Dan akan difollow up keaslian foto tersebut. Pihak Kemenbudpar berencana menemui pengupload foto candi di bawah laut tersebut.

Jika memang penemuan ini benar adanya, sungguh Allah SWT memperlihatkan kuasanya lagi kepada kita, sebelumnya diberitakan mengenai sungai di bawah laut, gunung berapi di bawah laut, sekarang adalah candi di bawah laut. Wallahualam Bisahwab...

Gunung Terbesar sejagat raya


Thumbs
 up Gunung Terbesar Sejagat Raya

Inilah Dia Gunung Terbesar di Tatasurya. Olympus Mons, adalah gunung terbesar di planet Mars yang juga merupakan gunung terbesar di tatasurya kita.



Gunung Olympus Mons ini menjulang dengan tinggi hingga mencapai 27 km dan memiliki diameter 550 km. Di bagian kakinya, Olympus Mons dikelilingi oleh tebing terjal dengan ketinggian minimum 6 km. Di bagian puncaknya, gunung ini memiliki kawah berdiameter 85 km.

Steven William arti sahabat

Hmm siapa sih yang gk kenal sama yang namanya seteven william pemain sinetron remaja yang di indosiar, yang meranin sebagai Yuda. Kini steven william bak biadadari yang turun dari langit??? lah koq biadadar emangnya cewek ??? wkwkw.. Steven william adalah seoarang pria remaja, yang sedang naek daun di sinetron arti sahabat di indosiar.
Menurut ane sich dia ini blastern gitu ya, atau full bule, coz rambutya agak pirang dan yang pasti guateng bangetzz.. cewek2 pada naksir deh di jamin halal, dan sinetron arti shabat lah yang sudah melambungkan namanya, dan kabarnya stevem william ini sudah didapuk menjadi pemain utama di sinetron arti shabat yang ada di indosiar, dan sukses besar. wah selamat ya steven william.

profil steven william arti sahabat

Berikut beberapa foto steven wiiliam yang ane dapatkan;
profill steven willim arti sahabat
profill steven william arti sahabat
profill steven willim arti sahabat
profill steven william arti sahabat
profill steven willim arti sahabat
profill steven william arti sahabat
profill steven willim arti sahabat
profill steven william arti sahabat
profill steven willim arti sahabat
profill steven william arti sahabat
oiya bagi yang mau tau lebih banak tentang profil steven william arti sahabat dan pemain arti sahabat lainnya, mungkin bisa ke tkp ke sini kali aja nemu fbnya steven willam :-D , tapi keqnya temennya udah banyak banget deh si steven itu,, yah god luck aja